RSS

iris : or you call it rainbow


And I’d give up forever to touch you,
Cause I know that you feel me somehow.
You’re the closest to heaven that I’ll ever be,
And I don’t want to go home right now.

And all I can taste is this moment,
And all I can breathe is your life,
And sooner or later it’s over,
I just don’t want to miss you tonight.

And I don’t want the world to see me,
Cause I don’t think that they’d understand.
When everything’s made to be broken,
I just want you to know who I am.

And you can’t fight the tears that ain’t coming,
Or the moment of the truth in your lies.
When everything feels like the movies,
Yeah you bleed just to know you’re alive.

And I don’t want the world to see me,
‘Cause I don’t think that they’d understand.
When everything’s made to be broken,
I just want you to know who I am.

And I don’t want the world to see me,
Cause I don’t think that they’d understand.
When everything’s made to be broken,
I just want you to know who I am.

And I don’t want the world to see me,
Cause I dont think that they’d understand.
When everything’s made to be broken,
I just want you to know who I am.
I just want you to know who I am.
I just want you to know who I am.
I just want you to know who I am.

iris-goo goo dolls
soundtrack of City of Angel

 
Leave a comment

Posted by on December 10, 2011 in Uncategorized

 

hari ini setahun berikutnya.

ada mendung sepanjang hari. ada lelah yang coba diobati.
ada tangis yang tak bisa keluar dari hati. ada kesal yang coba dipahami.

ada hujan kemudian melengkapi.
ada canda di sini, ada tawa di sana.
ada bahagia di sini, ada pendar cahaya di sana.
berubah. tidak berubah. berubah. tidak berubah.
seperti nyala kelip lampu hati-hati di malam hari.

setahun kemarin.
ada degup dada yang terdengar oleh telinga.

10.10.11. – 00.11. senin. lampu jalanan berwarna kuning.

 
Leave a comment

Posted by on October 10, 2011 in CurHat

 

Tags: , , ,

are you special?

seseorang istimewa ketika tidak bertanya ‘ada apa?’ ketika kau berkeluh,
tapi memelukmu seakan tahu menghilangkan lelahmu.

seseorang istimewa ketika bertanya ‘ada apa?’ untuk membagi lelahmu,
bukan sekedar ingin tahu.

seseorang istimewa ketika tidak bertanya ‘ada apa?’ dan mengajakmu tertawa,
seakan yang kau alami kebetulan saja.

seseorang tidak istimewa ketika ia tidak bertanya ‘ada apa?’
dan cuma menceritakan apa yang ia rasa untuk kamu mengerti.

depok, white room.
09.10.11 – 12.13.am
almost ‘rain’..

 
1 Comment

Posted by on October 9, 2011 in Intropeksi

 

Tags: ,

bunga tidurku

dear mimpi..
aku tidak ingat kapan terakhir aku menikmati indahmu.
setiap istirahat ku berharap bertemu, tapi hanya ketakutan yang membuatku terjaga.
mata menutup tapi tubuh tidak lepas lelahnya. ketika akhirnya aku terbaring, setiap kali aku tetap bisa mendengar semuanya.

aku lelah, mimpi.
aku ingin menikmatimu lagi tanpa bayang-bayang ketakutanku.
aku ingin terbangun dalam damai ketika meninggalkanmu.
aku ingin menuai energi ketika bermain dalam mimpi sehingga ketika bangun adalah harapan-harapan yang mencerahkan, bukan rentetan tuntutan yang melemahkan.

mimpi,
ketika aku hanya tidur dan berbaring dan menghabiskan gelap malam tanpa bertemu denganmu.
maka aku akan merasa gundah.
rindu denganmu.
dan satu saat ketika aku menemukanmu lagi
(mungkin) aku akan berdiam di sana, mengembalikan masa-masa kehilanganmu.
mungkin juga aku tak kembali lagi.

meneruskan menghidupkan mimpi orang lain…
jakarta, 29.07.2011

 
4 Comments

Posted by on July 28, 2011 in CurHat, Puisiku

 

Tags: , ,

filosofi JOKER


“A joker is a little fool who is different from everyone else. He’s not a club, diamond,heart, or spade. He’s not an eight or a nine, a king or a jack. He is an outsider. He is placed in the same pack as the other cards, but he doesn’t belong there. Therefore, he can be removed without anybody missing him.”
(Jostein Gaarder – The Solitaire Mystery )

Joker, si sinis sedih lucu bodoh pemain cadangan, yang hanya dimainkan sebagai kartu bantuan atau kartu pengganti saja. Seperti sebagai pemain cadangan, joker tidak dimainkan sebagai pemain pembuka, ia hanya mengikuti arus. Apabila sekitarnya hati, menjadi hati-lah ia, apabila sekitarnya sekop, menjadi sekoplah ia.

Joker adalah bunglon, entah bagaimana ia selalu bisa melaksanakan tugas-tugas dari posisi yang didudukinya. Baik tugas seorang prajurit muda, ataupun menggantikan raja yang ditawan.
Joker adalah pengkhianat. Ia bisa saja membantu keempat raja secara bergantian, kala pertempuran satu ia akan menggantikan raja hati, pertempuran berikutnya ia akan menggantikan prajurit sekop. Ia hanya muncul di tengah kerumunan dan meneriakkan maunya untuk membantu. Ia berteman dengan siapa yang membutuhkannya. Wajik, Sekop, Hati, Keriting. Semua dibantu asalkan sedang mendominasi. Ia tidak setia pada satu kerajaan, pada satu kepentingan, namun bermain-main di antara kepentingan-kepentingan tersebut.
Joker bisa melakukan kudeta, apabila salah satu pejabat kerajaan atau prajuritnya dalam posisi tersembunyi atau di tangan lawan, ia akan menyeruak dan menggantikan posisi tersebut. Dan membantu memberi kemenangan.

-baca seluruhnya yang lebih seru->

 
7 Comments

Posted by on October 24, 2010 in Cerita

 

Tags: , , , ,

hari ini setahun kemarin

ada gempa. ada macet luar biasa. ada tunggu. ada kota dan mallnya. ada perjuangan melintasi jakarta. ada tanya. ada debat. ada roti. ada diskusi. ada purnama. ada awal.

hari ini.
ada hujan di tengah matahari.

020910. kamis.

 
Leave a comment

Posted by on September 2, 2010 in BukaMulut, CurHat

 

please don’t cry, angel…

what are you crying of?
nggak, gue cuma kesal. kesal sama logika dan perasaan.
ah, lo bermasalah sama itu lagi. c’mon an, be logic.
gue pake logika koq. tapi emang salah pake perasaan? gw suka kesel sama orang-orang yang ngakunya pakai logika tapi gampang menyakiti perasaan orang lain.
ah, itu perasaan lo aja kali. take it easy… nah, lo nangis lagi kan?
i just don’t understand, what i suppose to do right now.
kadang gue nggak ngerti di mana salahnya. kenapa sih gue bisa dijudge tanpa ditanya. padahal gue ngerasa pernyataan gue bener. emang begitulah adanya.

trus?
terus kenapa mesti marah. pendapat gue dong.
and again, and again, and i think i must stop of thinking about it.

hei, don’t be emotional, chill..

i just want to be waited. sesederhana itu. kalau tidak ditunggu, buat apa gue menuju sana?
tapi lo emang mau ke sana kan?
jangan picik lah, gue ini orangnya open minded. gue cuma butuh semangat lebih, supaya gue ngelakuin sesuatu gak sia-sia.
yah, tapi apa lo terpaksa ngelakuin itu?
enggak lah. gue punya kesadaran untuk melakukan hal-hal yang gue pilih. gue berusaha untuk tidak merasa terpaksa.

sebenernya lo ngomongin apa sih?
-baca seluruhnya yang lebih seru->

 
2 Comments

Posted by on July 23, 2010 in Cerita, CurHat

 

testimoni

aku sadar atas apa yang sedang aku jalani
apa yang sedang aku hadapi, tidak ada
seorang pun yang bisa mengubahnya
selain aku sendiri

aku bisa berharap (kau) bisa berubah
tapi sebesar-besarnya harapanku
tidak ada artinya tanpa usaha(mu)
(kau) adalah milik(mu) sendiri

aku tahu seberapa besar janji(mu)
untuk selalu di sisiku tak bisa
kuharapkan sebagaimana (kau)
tak bisa berharap apa-apa kepadaku.

(on curled hair) 25.06.2010 – 16.30

 
3 Comments

Posted by on June 25, 2010 in Intropeksi, Puisiku

 

love at first sight

dua anak manusia berdiri tersipu, satu memakai rok biru yang lain celana abu-abu. duduk bertopang dagu, entah apa yang mereka tunggu. terjebak di atas sebuah bangku batu, di sudut jalan yang sepi tak mengadu.

poni menutupi dahi si mungil, dibalik matanya yang cerah melirik centil, seuntai jepit menghias rambutnya yang diterbangkan angin jahil.
tas selempang disandang, sepatu keds menendang, sambil menggulung celana panjang, melepas pandang ke hujan yang jarang-jarang.

mendadak turun hujan di halte itu.

si mungil menatap gusar, meraba jam tangan yang tak melar, menahan perut mungkin lapar, menoleh ke samping dan tersenyum tak lebar, sepatu ketsnya mulai terpercik pasir kasar.
“yaah, hujan ya?”

yang bercelana abu-abu ikut menyungging senyum. alis beriring di atas matanya yang melamun. dilepasnya dari telinga denting musik mengalun. menangkap wangi bunga mekar tertunduk anggun.
“iya, hujan nih..”

di sana,
langit menumpahkan airnya. angin menghembuskan desaunya. hutan gembira. basah di mana-mana. bunga-bunga ceria. orang-orang berteduh di tempat sedapatnya. ojek payung berkeliaran menawarkan jasa. ada juga yang berteriak tersiksa, karena atap bocor tak kunjung diperiksa. sesekali terdengar petir membahana, yang diawali oleh kilat yang menyala.

di sini,
dua anak manusia berseri, walaupun ketemu baru sekali. mereka mengobrol mengungkap hati, bersandar pada tiang karat di sana sini, bercengkrama dengan hujan tanpa harus meratapi. percik air menerpa dianggap sepi, juga kilat dan guntur berganti-ganti.

satu jam bagai berbulan-bulan, seperti sudah kenal sejak dalam buaian. meriuh canda dan tenggelam. adakah waktu menjadi penghalang, jika mereka baru dipertemukan sekarang?

tiba-tiba hujan berhenti, di langit sana terbias matahari, dan seperti mendengar kata hati, terbit pelangi. dan cerita ini, sulit rasanya ingin diakhiri…

manggarai, 19.05.2010

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2010 in Cerita

 

mata manusia

Beberapa minggu yang lalu saya berjalan-jalan ke dataran tinggi Cimenyan, di agak sebelah utara Bandung. Kebetulan saya tidak membawa kamera sehingga tidak mengabadikan apa pun di situ. Yang sesungguhnya terjadi adalah, saya tidak ingin memotret.

Pemandangan di atas itu begitu indahnya sehingga saya ingin mengabadikannya untuk diri saya sendiri. Egois mungkin, tapi itulah yang terjadi. Ada satu kebanggaan dalam diri saya ketika saya sampai di suatu tempat, tapi untuk menunjukkan betapa indahnya tempat itu, maka orang harus ke sana, tidak hanya sekadar foto-foto saja. Melihat hamparan kota Bandung dari ketinggian, yang berserakan di bawah sana.

Perasaan ini pertama kali saya alami di puncak Halimun, ketika itu saya bisa memandang Pelabuhan Ratu dari atas, dari jalan yang didaki dengan penuh tantangan. Saat itu kita memotret, namun ketika lihat hasilnya, tidak seperti apa yang saya rasakan di atas sana. Foto-foto itu hanya memberi kesan oh, indah ya?? Entahlah. Mungkin karena ukurannya hanya 3 R di album kecil pula, sehingga tidak memberikan kesan yang mendalam pada yang melihat.

Kedua saya alami di puncak Pangrango, surga dari ribuan tangkai edelweiss. Saya pikir, inilah surga. Kemilau cahaya yang mencercah dari embun di bunga-bunga edelweiss itu, terasa sangat indah bukan kepalang, sesudah perjalanan dua hari menuju tempat itu. Perasaan yang membuat saya bersyukur pada Allah karena mengaruniai saya kekuatan sehingga saya sampai di tempat itu. Saya jelas-jelas tidak membawa kamera, namun saya merasa bahwa inilah yang seharusnya saya lihat, bukan cuma memandang kagum lewat foto-foto di album-album kecil. Sungguh menakjubkan benar-benar berada di alam raya ini bersama dengan keliling, menatap dan menikmati apa yang tidak bisa ditangkap utuh oleh lensa kamera.
-baca seluruhnya yang lebih seru->

 
2 Comments

Posted by on May 2, 2010 in Cerita, JalanJalan

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.